LOGO
Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD Special Offer Straight From The Official Loyal Lads Club Website STAY LOYAL STAY LOUD
Menu

Search

My Cart 0

Your cart is empty

Add items to continue shopping

Subtotal Rp 0
Checkout

Or continue shopping

DEFINITELY MAYBE šŸ”µ
STORIES Aug 05, 2026

DEFINITELY MAYBE šŸ”µ

Manchester City belum menjadi raja Eropa ketika Oasis mulai menguasai dunia musik.

Oasis tidak hannya muncul di kancah musik pada tahun 1994, mereka mendobrak pintu, menerobos masuk, dan langsung menuju ke depan. Selama tahun-tahun awal itu, Oasis adalah hal-hal yang paling terkenal yang muncul dari barat laut Inggris selain Man United. Bagi City, fakta bahwa mereka membantu menjaga relevansi mereka. Tiga dekade kemudian, Man City adalah salah satu tim paling sukses di dunia sepak bola. 


Dan Oasis mungkin akan merebut kembali mahkota mereka sebagai band live terbesar di planet ini dengan tur comeback mereka pada tahun 2025. Sebanyak 41 pertunjukan mereka di seluruh dunia termasuk tujuh hari di Stadion Wembley Inggris.


Sebelumnya, mereka tampil di Home of Football itu sebanyak lima kali. Dua kali pada tahun 2000 dan tiga kali pada 2009, tepatnya pada tur terakhir mereka di Inggris sebelum bubar. Noel kemudian menggambarkan malam kedua di tahun 2000 sebagai titik terendah dalam sejarah Oasis. Liam naik ke panggung dalam keadaan mabuk dan marah, mengoceh sepanjang pertunjukkan, mengubah lirik, dan menghilangkan bagian-bagian lagu. 


Namun itu masih sedikit kurang dramatis dibandingkan perjalanan pertama Noel ke Wembley pada 14 tahun sebelumnya. Dia dan kakak laki-lakinya, Paul, secara teratur mengikuti Man City di kandang maupun tandang selama 1980-an. 


Pada Maret 1986, mereka pergi ke London untuk menyaksikan tim mereka menghadapi Chelsea di Final Full Member's Cup.


Final itu diselenggarkan untuk mengimbangi larangan klub-klub Inggris dari sepak bola Eropa setelah bencana Heysel. Saat itu, suporter Chelsea memiliki reputasi sebagai hooligan. Dalam perjalanan menuju stadion, terjadi banyak serangan terhadap suporter City. 


Saat Noel dan Paul berhasil masuk ke dalam stadion, mereka sudah berada di sisi yang salah, yaitu di tribun Chelsea. Seandainya bukan karena kecepatan Noel yang menarik kakaknya menjauh dari keributan, lehernya mungkin akan digorok oleh seseorang yang menyerangnya dengan pisau. 


 Bahkan setelah lahirnya Liga Primer Inggris pada 1992 yang disertai dengan semua kemewahan, gemerlap, dan kemeriahan, kekerasan yang telah menginfeksi sepak bola Inggris selama beberapa dekade sebelumnya, membuat banyak musisi enggan untuk berasosiasi dengan klub sepak bola. Saat itu, sulit untuk menemukan orang terkenal yang juga merupakan penggemar sejati sebuah klub sepak bola. 


Namun demikian, sepak bola dan musik memang saling terkait dan memainkan peran penting dalam kehidupan banyak penggemarnya. Terutama di barat laut dengan kancah Madchester di akhir tahun 80-an. The Happy Mondays, James, The Stone Roses, dan Inspiral Carpets, semuanya menjadi bagian integral dari budaya penggemar pada saat itu. 


Sedangkan untuk sepak bola, tentu saja memainkan peran kunci dalam kehidupan awal Noel yang tumbuh di daerah Longsight Manchester. Baginya, hanya ada satu klub yang harus didukung. "Berasal dari barat laut yang hebat, sepak bola adalah segalanya. Ayahku menonton City dan United dan kadang-kadang, anehnya, bahkan Liverpool. Dia membawaku ke pertandingan pertamaku, Man City S Newcastle di Maine Road pada tahun 1974," kata Noel dalam buku The Masterplan. 


Colin Bell adalah pahlawanku. Dia dengan bangga terpampang di dinding kamar tidurku di antara poster Franny (Francis Lee), Buzzer (Mike Summerbee), Big Mal (Malcolm Allison), dan The Bay City Rollers, semua pemain hebat. Aku menyukai ritual pergi ke Maine Road untuk menonton pertandingan,"


"berjalan kaki ke stadion dari rumah kami di Stockport Road di Longsight, dilewati oleh orang asing di pintu luar, lalu menunggu ayah saya lewat. Saya masih ingat dengan jelas bau hot dog dan air kencing yang menyengat. Saya masih mengaitkan campuran bau tajam itu dengan sepak bola, bahkan hingga hari ini,"


Bisa juga dikatakan bahwa kemampuan Noel untuk menulis lagu yang menyentuh hati orang yang ribuan orang menyanyikan kembali setiap malam, lahir di tribun Maine Road. Meskipun hanya sedikit yang menjadi nyanyian pendukung City dengan hasil yang beragam. 


"Penggemar City tidak banyak menyanyikan lagu-lagu Oasis. Mereka telah mengadopsi beberapa lagu seperti She’s Electric for Ederson. Dia orang Brazil He’s Brazilian, he only cost 30 million,"


Dan saya ingat adaptasi Wonderwall yang setengah-setengah pada tahun 95. Saya tidak pernah benar-benar menyukai yang itu, tetapi merupakan suat kehormatan ketika Anda melihat spanduk dan bendera besar dengan beberapa referensi Oasis di atasnya. Itu adalah puncak bagi saya. Mendapatkan rasa hormat dari para penggemar di tribun, tidak ada penghargaan yang lebih tinggi"


Ketika Alan McGee mengontrak Oasis ke Creation Records pada 1993, perusahaan tersebut meminta sesama penggemar City, Cummins, untuk membantu mengembangkan identitas band tersebut. 


Gallagher bersaudara tidak malu untuk menunjukkan dukungan mereka kepada Man City. 


Hubungan band tersebut dengan Man City adalah keputusan yang mudah. "Hubungan antara sepak bola dengan musik sangat penting. Keduanya adalah obsesi para remaja," jelas Johnny Hopkins, Humas Oasis, seperti dikutip dari FourFourTwo. 


Band ini identik dengan Manchester City karena kecintaan Liam Gallagher dan Noel Gallagher kepada klub tersebut. 


Oasis memiliki arti khusus dalam budaya sepak bola Eropa yang dipicu oleh akar kelas menengah mereka dan pengabdian Liam Gallagher serta Noel Gallagher kepada Manchester City. Lagu Wonderwall, telah menemukan daya tarik lintas budaya yang berbeda. Sebagian besar karena hubungan dengan tim nasional Inggris. Pesan harapan disampaikan melalui liriknya yang sederhana namun efektif untuk menuntun jalan berliku yang harus dilalui. 


Pesan yang mudah dipahami ini paduan suara Liam Gallagher yang beraksen kental meski suaranya  tidak sempurna, Menyatu dengan drum yang stabil, gitar akustik, dan alunan senar gitar yang melankolis untuk menghasilkan nyanyian dan teriakan bersama di stadion yang mengiringi skuad Man City maupun Inggris. 


Lagu-lagu Oasis pencarian simbol keselamatan dengan pengabdian fanatik yang disalurkan kepada para penggemar tim mereka. Menjadi sebuah pujian terhadap ketangguhan tim-tim kuat seperti Inggris, tetapi juga keberanian dan kegigihan+ tim-tim underdog seperti Republik Demokratik Kongo dan Mesir. 


Hubungan bersejarah antara kakak beradik dengan Man City telah menjadi elemen inti dari sejarah rock modern selama lebih dari tiga dekade. Dengan Noel maupun Liam sama-sama menghabiskan karir mereka sebagai duta global tak resmi untuk Man City. 


Band Gallagher bersaudara ini telah menunjukkan dukungannya untuk Man City sejak pembentukannya pada 1991. Sering bertindak sebagai duta global tak resmi untuk klub tersebut. Patut diingat bahwa sebelum pengambilan oleh Sheikh Mansour, Man City adalah klub yang sering naik turun divisi. Secara teratur berpindah antara Liga Primer dengan Championship Inggris. 


Banyak orang baru mengenal klub ini melalui Oasis. Jauh sebelum menjadi juara Liga Champions 2023. Pengaruh band ini pada sepak bola juga dapat dilihat, atau lebih tepatnya didengar, selama Piala Dunia tahun ini. Di mana Wonderwall sebuah lagu yang sering dinyanyikan di pertandingan Man City, menjadi salah satu nyanyian favorit di kalangan suporter Inggris. 


Tepat satu tahun yang lalu, Oasis melakukan reuni.



Sejak reuni diumumkan, Oasis juga bermitra dengan Man City yang membuat Josep "Pep" Guardiola dan Kyle Walker menciptakan kembali sampul album Definetly Maybe.


Dalam beberapa tahun terakhir, kekaguman yang timbal balik antar kedua belah pihak telah berkembang menjadi kemitraan. Selama musim 2024/25, Noel membantu menciptakan jersey yang menyatukan tim dengan band tersebut. Hasilnya, para penggemar band maupun klub mendapatkan apa yang dianggap banyak orang sebagia salah satu jersey terindah dalam sejarah. Menjadi jersey terlaris klub sepanjang masa selama satu pekan pertama penjualannya. 


Menjadi jelas bahwa kerja sama antara dua simbol terpenting ibu kota Inggris utara itu dapat sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. 


Stadion Etihad sedang bersiap menyambut kembalinya Oasis untuk konser selama 12 hari pada 2027. Sudah sastu tahun penuh sejak Gallagher bersaudara memulai tour comeback monumental mereka. Setelah penantian sekitar 16 tahun,.


Ketika Oasis mengakhiri tur dunia 2025, para penggemarnya berharap Oasis akan melakukan tur reuni kedua. 


John Stones dan Bernardo Silva menciptakan kembali sebuah foto terkenal untuk merayakan era istimewa mereka di Man City. Kedua pemain tersebut telah mengumumkan kepergian mereka di akhir musim 2025/26. Mereka akan selamanya menjadi legenda Man City setelah periode kesuksesan yang luar biasa dengan memenangkan 19 trofi untuk para penghuni Etihad. 



Foto Oasis di sampul NME pada 2010 setelah band bubar. 


Foto-foto itu sudah dikenal oleh penggemar Oasis di seluruh dunia. Saat itu banyak yang belum pernah mendengar tentang Manchester City


"Liga Primer Inggris belum mendunia saat itu, jadi Oasis akan pergi ke Amerika atau Jepang dan tidak ada yang benar-benar tahu apa logo di kaos mereka," beber Hopkins. Bahkan di Jepang, sangat sulit untuk mendapatkan kaus Liga Primer saat itu. Namun ketika Oasis pertama kali bermain di sana, empat atau lima baris pertama, semuanya mengenakan kaus Man City karena mereka telah melihat foto-foto saya,"Cummins fotografer Oasis. 



Pada 27 dan 28 April 1996, Oasis memainkan konser outdoor pertama mereka di Stadion Maine Road yang merupakan kandang Man City waktu itu. Tempat di mana Gallagher bersaudara menonton Man City sejak kecil. 


Gelaran konser itu memperkuat ikatan unik band tersebut dengan Man City. Markas Man City itu dipesan oleh kakak beradik Gallagher selama enam pekan dengan pertunjukkan tersebut berpotensi menghasilkan puluhan juta poundsterling bagi Man City. 


"Foto itu mengukuhkannya dalam sejarah Manchester dan memperluat hubungan antara City dengan fotografi saya dan juga Oasis. Noel, Liam, Johnny, dan Bernardo, adalah pemain elit di bidangnya masing-masing," ujar Kevin Cummins sang fotografer, seperti dikutip dari situs Man City. 


Ketika album debut Oasis, Definetely Maybe, dirilis pada Agustus 1994, album itu langsung melesat ke nomor satu di tangga album Inggris. Sampul album difoto di rumah gitaris Paul Bonehead Arthurs di Didsbury, Manchester Selatan, dengan kelima anggota band tersebar di ruangan. 


Di dekat perapian, terdapat foto Rodney Marsh mengenakan seragam Man City. Di ambang jendela, terdapat foto legenda Man united, George Best. Foto-foto itu merupakan tambahan menit terakhir pada sampul yang diambil di rumah roadie Oasis, Phil Smith, dan teknisi Mak Coyle. 


Hubungan antara band dengan City semakin kuat ketika Oasis diminta untuk merekam lagu resmi Man City untuk musim 1995. Lagu itu berjudul It’s Tough Being A Blue When You Come From Where I Do. Tetapi perselisihan tentang label rekaman yang akan merilisnya, menyebabkan lagu itu tidak pernah dirilis . 


ā€œMenargetkan penggemar sepak bola sangat masuk akal, karena Oasis membuat lagu-lagu yang sempurna untuk para pendukung di tribun, begitu juga Slade,ā€ kata Hopkins. ā€œLogis untuk mengirim lagu itu ke klub-klub sepak bola dan meminta mereka untuk memainkannya sebelum pertandingan.ā€


Rumor bahwa hubungan antara Oasis dan sepak bola akan meluas di luar musikal mulai beredar – ketika mantan pemain Francis Lee menjadi pemegang saham utama dan ketua City, ada desas-desus bahwa mereka mungkin akan terlibat secara finansial.


ā€œDi Manchester saat itu, City sangat buruk tetapi musiknya luar biasa." Hopkins


Pada April 1996, Oasis berada di jalur ketenaran global, mereka memainkan konser stadion pertama mereka di Maine Road. "Pada saat konser di Maine Road tiba, semua pemain City ingin pergi dan menonton mereka. Saat itu adalah masa yang sulit karena kami sedang berjuang menghindari degradasi, tetapi kami berhasil masuk ke lapangan dan semuanya berjuang untuk maju ke depan. Ketika Liam keluar ke panggung, seluruh penonton terpaku. Tidak ada yang bisa mengalihkan pandangan darinya. Dia mengenakan kaus latiha Umbro seperti yang biasa kami kenakan dan dia tampak luar biasa. Kami ikut bergabung dengan semua orang yang melompat-lompat," Kata Summerbee seperti dikutip dari FourFourTwo


Kaus Umbro yang dikenakan Liam malam itu telah menjadi sangat ikonik sehingga perusahaan pakaian olahraga tersebut menerbitkannya kembali pada 2025. 


Menganggap Oasis sebagai pihak yang menghubungkan sepak bola dengan semangat zaman agak terlalu sederhana. Pada pertnegahn dekade, Oasis dan budaya Inggris telah begitu terjalin sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengan mereka menjadi tak terpisahkan. 


Hubungan mereka dengan Man City menguntungkan kedua belah pihak. City tentu saj adiuntungkan oleh Oasis selama tahun 90-an karena mereka menjual banyak perlengkapan sepak bola secara global dan Oasis membantu menjadikan City sebagai merek Global. HUbungan antara Oasis dan sepak bola terjalin sejak awal. Itu adalah bagian penting dari identitas mereka. Pada 1994, memposisikan Oasis sebagai penggemar sepak bola dan band untuk penggemar sepak bola, adalah bagian dari rencana besar. 


Dan itu membuahkan hasil. Tahun ini ketika mereka tampil untuk konser pertama mereka dalam 16 tahun, jangan heran jika melihat banyak kaos retro Manchester City di antara penonton. Warna biru langit akan ada di mana-mana, Definetely, not maybe


ā€œBecause we need each other, we believe in one anotherā€

Man City fans with an Oasis ā€˜Acquiesce’-inspired banner


Bulan Agustus 2024 lalu, dunia dihebohkan dengan pengumuman tur reuni Oasis setelah 15 tahun menyatakan bubar. Tur bakal dimulai pada Juli 2025 dan tiket konser mereka ludes terjual dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, Oasis masih jadi band paling ikonik sejagat raya. Lagu-lagu hits mereka tak berhenti diputar di berbagai tempat seakan tak ada matinya. 


Uniknya, reuni Oasis ternyata juga jadi perhatian penikmat sepak bola Inggris. Ini karena kaitan erat dua pentolan utama band tersebut, Noel dan Liam Gallagher dengan klub sepak bola Manchester City. Mengapa klub berlogo biru pastel itu dan bukannya Manchester United yang lebih populer? Jawabannya ternyata bisa kita tilik dari sejarah panjang kota Manchester. 


Kaitan erat musisi dengan sepak bola di Inggris sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan. Menemukan musisi dan selebriti Inggris yang menyatakan diri sebagai suporter klub sepak bola adalah hal yang lumrah.


Para personel The Stone Roses dan Peter Hook (Joy Division) adalah penggemar berat Manchester United, sementara Kasabian punya afiliasi kuat dengan Leicester City FC, dan Ed Sheeran menyatakan diri sebagai fans Ipswich Town. Newcastle United dapat dukungan penuh dari musisi kebangggan kota itu, Sam Fender, dan Manchester City adalah tim favorit Johnny Marr (The Smiths) dan Gallagher Bersaudara (Oasis).  


Bukan hanya penggemar, tak sedikit musisi ternyata pernah berkecimpung di industri olahraga, terutama sepak bola. Media pop Inggris, Versus pernah merilis daftar rapper Inggris yang pernah jadi pemain sepak bola (level amatir) sebelum bermanuver jadi musisi. Penyanyi pop Tom Grennan juga bisa memperpanjang daftar itu. Bila mengikuti skena hiphop dan rap Inggris, kamu akan sering menemukan banyak lagu yang lirik terinspirasi  dinamika sepak bola Inggris. Coba curi dengar lagu ā€œKnow Me Fromā€ yang dipopulerkan Stormzy, "English Breakfastā€ milik Skepta, dan duet Dave dan AJ Tracey yang berjudul "Thiago Silva". 


Untuk menyingkap keberpihakan Oasis terhadap Manchester City, erat kaitannya dengan kondisi geografis dan demografi Manchester. Bila merujuk pada nama dan testimoni dua pentolan band Oasis, Noel dan Liam Gallagher, keduanya adalah keturunan kesekian pekerja migran Irlandia yang datang ke Inggris untuk mengisi pos-pos pekerjaan kerah biru. Begitu pula dengan Johnny Marr dan Steven Morrissey.


Keempatnya tak pernah menutupi identitas "ganda" itu. Morrissey pernah merilis lagu "Irish Blood, English Heart" yang membicarakan latar belakangnya yang unik itu. Album debut Oasis, Definitely Maybe (1994) juga diklaim Noel Gallagher sebagai album yang terinspirasi sikap pemberontak khas orang Irlandia. 


Seiring berjalannya waktu, imigran Irlandia ini jadi bagian integral dari kota Manchester, terutama kelas pekerja. Dewan Kota Manchester di situs resminya pun menyebut kalau orang Irlandia adalah komunitas imigran tertua dan terbesar di kota itu sejak 1851. Tak heran bila riset Harkin dan Bairner pada 2010 berjudul 'Sky Blue and Green: Manchester City and the Manchester' dalam jurnal Irish Soccer & Society, menemukan bahwa orang-orang keturunan Irlandia ini mengisi komposisi suporter Manchester City. Argumen mereka yang menjelaskan fenomena ini adalah teori bahwa olahraga bisa jadi cara untuk dapat penerimaan dari masyarakat lokal Inggris yang awalnya masih diskriminatif terhadap mereka.


Lantas, mengapa City dan bukan United? Masih merujuk riset yang sama, alasan utama mayoritas warlok memihak Manchester City adalah fakta bahwa hanya klub itu yang benar-benar berlokasi di kota Manchester. Manchester United di sisi lain berada di Salford, wilayah pinggiran kota Manchester yang masih bagian dari county Greater Manchester. Identitas lokal Mancunian (Manchester) itulah nyawa utama dari fandom Manchester City. Apalagi dibanding Manchester United, globalisasi dan transformasi mereka dari klub kelas pekerja jadi klub kaya raya lewat investor asing pun berjalan lebih lambat. 


Satu hal yang spesial adalah Oasis melakukan reuni tepat saat Manchester City sedang berjaya. Ini kontras dengan kondisi 1980--1990-an ketika dua entitas ini berada di level yang berbeda. Saat Oasis mencapai puncak karier mereka, Manchester City masih terseok-seok di liga domestik, bahkan beberapa kali terelegasi ke liga kasta kedua. Prestasi mereka saat itu kalah telak dibanding sang rival, Manchester United yang justru beberapa kali meraih gelar juara Inggris. 


Kini bak sebuah kutukan, giliran Manchester United yang terpuruk dan City yang berjaya di liga domestik. Momen kembalinya Oasis ke industri musik terang saja disambut meriah, terutama warlok Manchester. Bayangkan saja bagaimana euforianya musim panas 2025, bilamana konser Oasis diiringi berita keberhasilan Manchester City menjuarai kembali English Premier League. 


Entah bakal terwujud atau tidak, yang jelas momen comeback band legendaris sekaligus fans loyal Manchester City ini punya banyak potensi untuk diulik. Termasuk merchandise kolaborasi dua entitas ini yang baru saja rilis pada 12 September 2024. 


Dukungan Liam dan Noel Gallagher untuk Manchester City sangat penting bagi kisah dan identitas mereka sebagai sebuah band dan mungkin juga telah membantu menyelamatkan klub tersebut. 


Foto Noel dan Liam Gallagher mengenakan seragam kandang dan tandang Manchester City saat itu, dengan sponsor dari perusahaan elektronik multinasional Jepang, Brother, seharusnya menjadi sampul majalah pertama band tersebut pada Juni 1994.


Tiga puluh tahun kemudian, foto itu telah menjadi salah satu gambar paling ikonik Oasis, yang semakin berharga setiap tahunnya. Diambil oleh fotografer Kevin Cummins untuk NME, ia sangat ingin foto itu menjadi sampul majalah. Namun urung terjadi karena Editor saat itu merupakan pendukung Southampton. 


Meskipun NME tidak menyukai hubungan Noel dan Liam dengan Manchester City, band ini akan memperkuat dukungan mereka terhadap klub tersebut di setiap kesempatan dan secara lebih luas mereka akan secara eksplisit menyatakan bahwa mereka adalah penggemar sepak bola pada saat itu, ketika hal itu sangat tidak populer.


Ketika Oasis melakukan debut mereka di acara tangga lagu mingguan BBC, Top of the Pops, dengan lagu Shakermaker, Liam Gallagher enggan disebut sebagai "band indie". Dia memastikan pembawa acara tahu bahwa dia adalah pendukung Manchester City dan hal itu kemudian disebutkan saat memperkenalkan Oasis.


Ketika jersey itu dikenakan Noel dan Liam, sungguh luar biasa bagaimana itu bisa terjadi. Oasis sangat berpusat pada sepak bola. Itu adalah sisa dari tahun 1980-an karena tidak ada yagn mengenakan kaus sepak bola dan sepatu samba, tetapi menjadi band paling keren di kota itu menular kepada orang-orang karena City sedang buruk pada saat itu. Pada 1994, tidak lazim abgi band untuk membicarakan sepak bola." ujar Brian Cannon, desain grafis sampul cover Oasis Definetely Maybe


"Seharusnya kami semua adalah penggemar United karena semua saudara laki-laki ayah saya dan sepupu kami adalah penggemar United. Hanya saya, Liam, dan saudara kami, Paul, yang merupakan penggemar CIty. Ayah saya pindah dari Dublin ke Manchester dan pergi ke Maine Road. Saya senang dia membawa kemi ke CIty," ungkap Noel seperti dikutip dari FOurFourTwo


"Kami bahkan tidak perlu membayar tiket masuk. Anda akan melompati pintu putar dan bertemu teman-teman Anda saat jeda pertandingan. Saya suka berdiri di tirbun, rasanya seperti konser ketika smeua orang mulai bergoyang," Liam Gallagher FFT 


Ada masa-massa sulit mendukung City selama bertahun-tahun. Saya telah melihat City terdegradasi berkali-kali,: Noel FFT


Berbicara dengan Liam Gallagher setelah bubarnya Oasis, ia merenungkan perubahan nasib bandnya dan klub sepak bola yang ia dukung sepanjang hidupnya. "Setiap kali Oasis berprestasi bagus, City justru tampil buruk! Sepertinya begitulah adanya. Sekarang setelah kami bubar, City tampil sangat bagus. Saya memiliki 18 tahun yang hebat bersama Oasis, jadi mungkin ada masa-masa indah di depan bersama City dan itu akan sedikit mengurangi rasa sakit akibat bubarnya band."


Liam kemudian merekam versi lagu favorit penggemar City, Blue Moon, bersama Beady Eye pada tahun 2011 untuk membantu peluncuran seragam musim 2011/12. Baru-baru ini ia dikutip mengatakan: "Saya tidak lagi pergi ke Etihad. Rasanya seperti menonton opera. Terakhir kali saya menonton City, saya disuruh diam oleh seorang penonton yang sedang melihat menu... dia tidak tahu harus memesan udang atau kaviar."


Kedua bersaudara itu selalu mengangguk setuju kepada City selama pertunjukan langsung mereka, Noel selalu ditemani potongan karton Pep Guardiola. Kyle Dale menambahkan, "Anda akan selalu melihat Noel di pertandingan. Saya kenal seorang pemuda yang duduk dua kursi di sebelah kanannya, dia tidak bersembunyi, dia tidak seperti sandwich udang, dia menontonnya dengan antusias."


Seragam keempat klub untuk musim 2024/25 secara resmi merupakan hasil kolaborasi dengan Noel Gallagher yang telah menyediakan font untuk setiap nama dan nomor pemain City, dan seragam keempat tersebut dirancang dengan palet warna Definitely Maybe, dengan masukan dari Noel.


Ketika Liam Gallagher memberi tahu seorang penyiar BBC yang kurang memahami situasi bahwa Oasis "bukan band indie" dan bahwa dia dan saudaranya adalah penggemar City, dia sedang mengungkapkan pengaruh terpentingnya. Manchester City sangat penting bagi kedua bersaudara kelas pekerja dari Burnage ini, mereka membawa sikap dan gaya khas tribun ke musik rock n' roll dan budaya populer dalam semalam.


Menjadi band indie yang hanya fokus pada musik shoegazing berarti menetapkan target yang terlalu rendah, dan mentalitas itu mereka abaikan dengan sepenuh hati. Liam Gallagher ingin menjadi vokalis band rock n' roll terbesar di dunia dan segera ia akan mewujudkannya. Saat itu, City adalah kekuatan yang terlupakan, tidak dikenal oleh generasi yang lebih luas di Inggris, apalagi di seluruh dunia. Sulit dipercaya sekarang, tetapi mereka hampir saja bubar. Dukungan Liam dan Noel untuk City sangat penting bagi kisah dan identitas mereka sebagai sebuah band, dan mungkin juga telah membantu menyelamatkan klub tersebut.


Popularitas Oasis memang membuat Gallagher bersaudara menyandang status celebrity fans dengan sendirinya. City pun sering mengundang keduanya sebagai tamu istimewa. Ada hubungan timbal-balik antara Oasis dan City. Keduanya memiliki hubungan dekat. Saking dekatnya, seisi Etihad Stadium melantunkan Wonderwall selepas pertandingan dramatis melawan Queens Park Rangers di akhir musim 2011/12. Bukan chants terkenal seperti Blue Moon atau Oh Man City, melainkan Wonderwall yang dipopulerkan Oasis. Berbicara mengenai kedekatan, ada yang menarik dalam hubungan Oasis dan City. Oasis dan City memiliki hubungan dekat yang erat, namun kondisi yang sama tidak terjadi di dalam tubuh Oasis sendiri. Noel dan Liam, walaupun berasal dari keluarga yang sama, tidak begitu akur. Pertengkaran keduanya pulalah yang menyebabkan Oasis bubar pada 2009. Perpisahan yang disayangkan oleh para penggemar Oasis namun diklaim berakibat baik untuk City. ā€œWhen Oasis were doing well, City were doing shit,ā€ ujar Liam kepada Daily Mirror. ā€œNamun sekarang kami telah bubar dan prestasi City membaik. Mungkin dalam beberapa tahun kedepan City akan terus berprestasi, dan dibutuhkan pengorbanan dalam bentuk pembubaran band untuk mencapainya.ā€ Ucapan Liam tentu tidak benar. Oasis bubar pada 2009 sedangkan prestasi City mulai membaik sejak mendapatkan kucuran dana dari Abu Dhabi United Group setahun sebelumnya. Namun biarlah Liam bermain-main dengan klaim tersebut. Bagaimanapun, ialah vokalis utama untuk lagu My Big Mouth. Namun jika kesuksesan City memang hendak dihubung-hubungkan dengan Oasis dan para bekas personelnya, Noel rasanya lebih pantas memiliki klaim ketimbang Liam. Setelah Oasis bubar, Liam mendirikan Beady Eye bersama Gem Archer, Andy Bell, dan Chris Sharrock sehingga Beady Eye, pada praktiknya, adalah Oasis tanpa Noel. Noel sendiri bersolo karir hingga akhirnya mendirikan Noel Gallagher’s High Flying Birds pada 2011. Di tahun yang sama dengan tahun berdirinya NGHFB, City menandai era baru kejayaan mereka dengan sebuah trofi bergengsi: Piala FA. Sayangnya (atau untungnya, terserah selera Anda masing-masing) Noel tidak pernah mengeluarkan klaim serupa Liam. Padahal potensi perang kata-kata yang seru antara dua bersaudara ini tersimpan besar dalam klaim yang tak pernah dikeluarkan Noel. 


Dua dunia tidak hanya bertabrakan, tetapi juga terjalin lebih erat dari sebelumnya. Ketika sepak bola dan musik rock menyatu dengan sempurna di Maine Road selama dua malam yang terlupakan. 


Mungkin klise, tetapi menyaksikan Oasis di Maine Road pada tahun 1996 bukanlah sekadar tiket terpanad di City, melainkan acara musik dekade itu. 


Noel dan Liam telah mengikuti City sejak kecil. Melakukan perjalanan kandang maupun tandang untk menontont City saat musik dan sepak bola membentuk tahun-tahun awal mereka. 


Oasis yang masih dalam tahap awal memulai kehidupan pada tahun 1991 sebagai ā€˜The Rain’ – nama yang cocok untuk sekelompok anak muda Mancunian yang terbiasa dengan langit kelabu dan lembap yang abadi, dengan Liam, Paul ā€˜Bonehead’ Arthurs, Paul ā€˜Guigsy’ McGuigan, dan Tony McCarroll.


Pada Agustus 1991 tahun itu, Noel, yang pernah menjadi kru panggung untuk Inspiral Carpets, bergabung dengan kuartet yang masih mentah namun antusias itu, mengambil alih kendali penulisan lagu dan membentuk kembali grup tersebut.


Setelah berganti nama menjadi ā€˜Oasis’ – nama yang diambil Noel dari sebuah tempat pertunjukan dan poster tur Inspiral Carpets – band ini pun mulai berjalan dan tidak pernah menoleh ke belakang.


Kabar menyebar dengan cepat di Manchester, dan kekuatan luar biasa dari saudara-saudara Gallagher – eksplosif, blak-blakan, dan penuh percaya diri – menambahkan energi yang tidak biasa, agresif, dan cerdas ke dalam kuintet rock tersebut. Pada tahun 1993, setelah mengasah suara mereka dan memainkan lagu-lagu mereka di hadapan penonton yang sangat antusias namun sederhana, Oasis, yang sudah memiliki segudang lagu luar biasa sepanjang karier mereka, menandatangani kontrak dengan Creation dan mulai mengerjakan album debut mereka, ā€˜Definitely Maybe’.


Rilis ā€˜Supersonic’ mendapat respons positif dari para kritikus dan penggemar, meskipun hanya mencapai peringkat ke-31 di UK Top 100. Namun itu hanyalah permulaan.


Dan Gallagher bersaudara tidak merahasiakan kecintaan mereka pada Manchester City setiap kali mereka diwawancarai atau saat band tersebut tampil live. Paul McGuigan juga seorang penggemar City, sementara Bonehead dan McCarroll mengikuti United.


Pada April 1994, memanfaatkan popularitas tersebut, majalah musik Inggris yang berpengaruh, NME, menugaskan Kevin Cummins untuk mendapatkan gambar definitif Gallagher bersaudara - dan karena City saat itu disponsori oleh raksasa elektronik Brother, Cummins meminta Noel dan Liam untuk berpose mengenakan kaos City di jalan-jalan sekitar Maine Road. Bersaudara. Jenius.


Gambar tersebut, yang tak diragukan lagi paling terkenal dan dicintai, menghiasi sampul edisi NME tanggal 9 Mei 1994, mengukuhkan Oasis dan Manchester City selamanya.


Bagi penggemar City, itu adalah lencana kehormatan yang sangat berharga. Basis pendukung yang besar dan setia yang sangat mencintai musik dan mode, itu adalah pasangan yang sempurna, terutama pada saat tim benar-benar mulai kesulitan di lapangan.


Pada Agustus 1994, Definitely Maybe dirilis dan langsung menduduki peringkat No. 1 di Inggris, terjual lebih dari 15 juta kopi di seluruh dunia dari waktu ke waktu dengan lagu-lagu klasik seperti Live Forever, Cigarettes & Alcohol, Supersonic, dan Rock ā€˜n’ Roll Star yang termasuk dalam salah satu album debut rock Inggris terbaik. Atau bahkan sepanjang masa.


Oasis adalah sebuah fenomena.


Mereka merilis album debut mereka, What’s the Story (Morning Glory)? – sebuah album yang dianggap sulit sebagai album kedua – yang menurut banyak orang bahkan lebih baik daripada album pertama mereka.


Album ini terjual 22 juta kopi di seluruh dunia, termasuk lebih dari lima juta di Inggris, dan menghasilkan lagu-lagu klasik seperti Roll With It, Hello, Live Forever, Wonderwall, Don’t Look Back in Anger, Some Might Say, dan Champagne Supernova.


Dua bersaudara dari perumahan Burnage ini memiliki dunia di kaki mereka dan City, sebagai sebuah klub, merangkul semuanya, dengan para pemain berlari keluar lapangan diiringi lagu Roll With It dan versi penggemar Wonderwall yang menghibur manajer Alan Ball yang sedang dalam tekanan.


Saat Oasis melambung, The Blues memulai musim Liga Premier 1995/96 dengan buruk, gagal memenangkan satu pun dari 11 pertandingan pembuka, sembilan di antaranya berakhir dengan kekalahan.


Penderitaan di lapangan, kebanggaan di luar lapangan. Namun setidaknya Oasis adalah band asal City dan hubungan kuat antara keduanya menjadi iri para penggemar rival di seluruh negeri.


Tampaknya tak terhindarkan bahwa satu hal tertentu akan terjadi sebagai hasil dari kolaborasi yang penuh cinta ini, dan pada Februari 1996, Noel dan Liam mengungkapkan ambisi seumur hidup mereka akan segera terwujud dengan dua konser di Maine Road yang dijadwalkan pada 27 dan 28 April tahun itu, dengan Manic Street Preachers dan Ocean Colour Scene sebagai band pendukung.


Permintaan tiket, yang dihargai £17,50 per tiket dengan 42.000 tiket tersedia untuk setiap malam, sangat tinggi dan terjual habis secepat tiket mulai dijual.


Setiap tiket memiliki gambar Noel, Liam, dan Guigsy duduk di kursi tribun utama di rumah lama kami – Bonehead, penggemar United, memilih untuk tidak ikut serta, sementara drummer baru band, Alan White, adalah warga London yang tidak berafiliasi dengan tim Manchester mana pun.


panggung besar didirikan di ujung Platt Lane menyambut mereka yang beruntung memiliki tiket saat ribuan orang berdatangan dan berebut tempat di dekat panggung.



Ada banyak sekali kaos City di mana-mana… ini adalah kepulangan yang tak seperti sebelumnya dan konser itu sendiri, penampilan stadion pertama Oasis sebagai penampil utama, adalah sebuah kemenangan total, penuh energi, sikap, dan ledakan suara serta perayaan saat Gallagher bersaudara membawakan koleksi lagu-lagu klasik ciptaan mereka sendiri yang baru berusia kurang dari dua tahun.


Pada tahun 2017, Liam berpendapat: ā€œBermain di stadion klub sepak bola yang telah Anda dukung sepanjang hidup Anda tanpa diragukan lagi adalah puncak kebahagiaan. Setelah itu semuanya akan terasa lebih baik, bahkan Knebworth pun tak bisa menandinginya.ā€


Pada tahun 2006, tiga tahun sebelum kakak beradik Burnage yang saat itu berseteru hebat akhirnya berpisah, Noel ditanya tentang pencapaian tertinggi dalam kariernya.


Ia menjawab: "Kurasa, itu adalah bermain di Maine Road di Manchester karena itu adalah stadion tim sepak bola yang saya dukung sejak kecil. Itu adalah stadion pertama yang kami gunakan untuk bermain, dan itu luar biasa. Itu adalah tempat yang biasa kami kunjungi saat masih kecil. Stadion itu tampak seperti ruang tamu besar, hanya saja ada 42.000 orang di dalamnya."


Konser Oasis di Maine Road adalah momen besar dalam sejarah kancah musik Manchester, keluarga Gallagher, dan Manchester City.




STAY LOYAL STAY LOUD šŸ€